Tombstone as a grave sign in acculturation between Islam dan Bugis Ethnic, is not only function as grave sign, but is also a medium for expressing culture. This research was carried out in Kabupaten Bone in 2021 with the aim of Bugis’ tombstone and cross-cultural on aspects of tombstone remains, in order to strengthen the value of diversity and pluralism of the Nation.
Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata "Bugis" berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi.
Bone terdapat nilai-nilai yang oleh masyarakat Bugis Bone dianggap pe rlu dijunjung tinggi, m eliputi: nilai kekerabatan, status sosial, penghargaan terhadap perempuan, gotong
Bupati Bone dari Masa ke Masa. Nama-nama yang Menjabat Bupati Bone sejak tahun 1951 sampai sekarang adalah sbb: Andi Pangerang Daeng Rani (Kepala Afdeling/Kepala Daerah) Tahun 1951-1955. H. Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim MatinroE ri Gowa (Kepala Daerah/Raja Bone) Tahun 1957 – 1960. Andi Djamuddin (Pejabat Bupati Kepala Daerah) Tahun 1966-1966.
Sejarah Pemberian Gelar "Andi" dalam Masyarakat Bugis. Prof Mattulada, Antropolg Unhas, mengatakan bahwa di masa kolonial Belanda, setiap siswa yang ingin mengikuti sekolah dari tingkat HIS atau sekolah pamong praja, maka harus menyertakan “stamboom” atau daftar silsilah keturunan dan lembar pernyataan kesetiaan pada pemerintah Hindia
Beberapa kerajaan Bugis klasik antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa, Sawitto, Sidenreng dan Rappang. Meski tersebar dan membentuk suku Bugis, tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Barru.
4. Bebek Palekko. blogspot.com. Kalau kamu suka olahan bebek, wajib mencicipi Bebek Pelekko khas Makassar ini. Makanan khas suku Bugis ini terbuat dari daging bebek yang dicincang dengan cita rasa sangat pedas. Warung makan Bebek Palekko paling enakdi Jalan Tamalanrea Raya BTP Blok C No 27 A, Tamalanrea.
Sejarah Suku Bugis. Sumber: mollucastimes.com. Suku Bugis diketahui mulai memasuki wilayah Nusantara ketika terjadinya migrasi pertama dari Yunan, sebuah dataran di Asia. Penamaannya berasal dari kata “To Ugi” yang bermakna orang Bugis. Nama Ugi tersebut ternyata merujuk pada nama raja di Pammana, Kabupaten Wajo yaitu La Sattumpugi.
Baca juga: Rumah Tambi, Rumah Adat Sulawesi Tengah. Dengan arsitektur dan gaya bangunan yang khas, berikut adalah beberapa rumah adat Sulawesi Selatan yang bisa kita kenali. 1. Tongkonan. Seperti diketahui, Suku Toraja menjadi salah satu suku yang mendiami wilayah Sulawesi Selatan. Suku Toraja memiliki rumah adat yang diberi nama Tongkonan.
Oleh Sultan Kutai, perkampungan tersebut diberi nama Sama Rendah. Tentu ada maksud di balik pemberian nama tersebut. Sama Rendah dimaksudkan agar semua penduduk, asli maupun pendatang, berderajat sama. Tidak ada perbedaan antara orang Bugis, Kutai, Banjar, dan suku lainnya.
ehfF.